Kapan Bisa Reuni???

Januari 5, 2010 at 6:52 am (Kenangan Manis)

Ketika saya pulang lebaran tahun 2008 kemarin, tak lupa saya sempatkan untuk menengok sekolahku tercinta dulu, yaitu SMEA  Muhammadiyah Wonosari. Iseng iseng aja mudah mudahan  bisa ketemu sama temen-temen seangkatan yang kebetulan bertandang ke sana. Tapi sayang beberapa kali saya mampir, tak satupun temen seangkatan dulu yang bisa kutemui. Yaaaach, mudah mudahan suatu saat nanti akan ada reuni yang difasilitasi oleh sekolah, dan informasinya bisa disebarluaskan sedini mungkin. Pasti sangat ramai sekali kalau event seperti ini bisa terlaksana, tak terbayangkan wajah wajah ketika dulu keluar dari SMEA Muhammadiyah dulu masih pada imut-imut, namun sekarang sudah menampakan guratan kedewasaan , kebapakan, keibuan dan lain-lain. Semoga apa yang saya angan-angankan akan terwujud, Amiin.

Permalink 1 Komentar

Es Kelapa Cerak Kantor Pos

Juni 26, 2009 at 7:39 am (Kenangan Manis)

Masih adakah penjual es kelapa di prapatan depan alun alun wonosari?. Kami memberi nama es kelapa kantor pos, karena letaknya diprapatan  dekat kantor pos dekat SMEA negeri wonosari. Kalu ndak salah suami ibu penjual es tersebut tukang becak yang mangkal di situ.

Banyak kenangan saya bersama konco-konco di tempat itu. Bila ada jam pelajaran kosong kami rame rame nongkrong  di tempat tersebut minum es kelapa, setelah itu pasti deh sssstttt kebul kebuuuul :D aliyas rokokan. Sering juga sih diledek ama suami ibu penjual es itu….., “cah sekolah kok gawehane rokoan”….. . Pasti akn langsun dijawab sama temen temen “rasah iyik kang, wong nganggo duwitku dewe kok”. Ah.. dasar anak-anak lagi semego, tingkah lakunya memang selalu pengen diperhatikan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

“Anuuu Pak, saya sakit perut kok”

April 22, 2009 at 3:21 am (Kenangan Manis)

Waktu di SMEA Muh. dulu, saya memang tergolong seorang murid yang biasa biasa saja,  artinya tidak ada yang sangat menonjol dari bidang prestasi tertentu, dibilang bodoh juga tidak, di bilang pinter tapi kalau pas ulangan ternyata sering nyontek juga.

Akan tetapi kalau urusan bolos membolos, sayalah provokator yang paling berani. Bahkan  kalau pas musim hujan, dengan sengaja ruang kelas kami basahin, supaya pak Guru dan Bu Guru yang mau ngajar enggan masuk kelas.

Hingga suatu kali saya terkena batunya. Waktu itu baru pukul 13:00 lebih 15 menit, saya tau persis kalu pak guru yang mau ngajar sudah sampai di ruang guru. Akan tetapi karena waktu itu saya lagi suntuk sekali, maka segera ku sebar isu, bahwa jam pelajaran kosong. Untuk meyakinkan temen temenku semua, dengan melenggang santai segera kutenteng bukuku dan melangkah keluar ruang kelas. Namun sial hari itu, baru melangkah sampai ujung lorong yang kejalan itu, dari arah kantor kepala sekolah sayup sayup terdengar suara  pak Whasid menuju arah ruang kelas. Waduh gawat nich….. . ;) Spontan  aku langsung berbalik arah, dan tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke toilet guru dan kukunci dari dalam. E e e, ternyata pak Whasid  juga mau buang air kecil, mungkin karena yang ditunggu tidak keluar keluar, beliau jadi tidak sabar. Sopo yo eneng njero kok suwe banget ki? tanya beliau. Akhirnya pintu digedhor gedhor, terpaksa aku keluar dengan muka merah padam.

P. Whasid : ngopo kowe eneng kamar mandi suwe banget?

Aku  : anu, pak , kulo sakit perut?

P.Whasid  : sakit perut kok bawa buku segala, hayooo arep mbolos yooo?

Aku; eeeee .. anu anu pak

Waduh cape deh, akhirnya tau sendiri aku kena damprat habis habisan dari beliau :cry: ..Kapoooook …kapoooook, Tapi kapok sambel lho? besuk bolos lagi hi hi hi  :mrgreen:

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kanca-Kancaku mbiyen

Maret 18, 2009 at 7:32 am (Sahabat-sahabatku)

Assalamualaikum

Hallooooo

Kanca-kancaku kabeh cah AK1 95, absen di bawah ini ya….

1. Bambang Tri Wibowo  (madusari)

2. Yusniar  (Kepek )

3. Zainudin   (piyaman)

4. Heru Haryanto (sodo)

5. Mujianto   (Mulo)

6. Supriyadi   (Tepus )

7. Heru Budi

8. Hartoyo

9.  Yusuf (madusari )

10. Isti

11. Siti Nurhayati

12. Siti Nurul Hidayati

13. Sulansih

14. Husni Fatonah

15. Sumiyem

16. Murtini

17. Mujiarti

18. Mujiyati

19. Sunarti

20. Partinah

21. sukenti

22. Suismini

23. Sri Haryati

24. Sarbiyati

25. Eko Retno Wati

26.  Susilowati AK2

27. Supriyono

28. Supriyono AK2

Wah terus sopo meneh yo, aku jan wis lali tenan. Pokoknya kalu ada yang nyangkut di sini langsung nulis di bawah ini.

Permalink 4 Komentar

Keutamaan Ilmu Syar’i Dan Mempelajarinya : Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya

Maret 18, 2009 at 7:14 am (Religi)


KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA (-1/3-)
( Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas )

Allah Ta’ala telah memuji ilmu dan pemiliknya serta mendorong hamba-hamba-Nya untuk berilmu dan membekali diri dengannya. Demikian pula Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang suci.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (wafat th. 751 H) rahimahullaah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i. Di buku ini penulis hanya sebutkan sebagian kecil darinya. Di antaranya:

[1]. Kesaksian Allah Ta’ala Kepada Orang-Orang Yang Berilmu
Allah Ta’ala berfirman,

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” [Ali ‘Imran: 18]

Pada ayat di atas Allah Ta’ala meminta orang yang berilmu bersaksi terhadap sesuatu yang sangat agung untuk diberikan kesaksian, yaitu keesaan Allah Ta’ala… Ini menunjukkan keutamaan ilmu dan orang-orang yang berilmu. [1]

Selain itu, ayat di atas juga memuat rekomendasi Allah tentang kesucian dan keadilan orang-orang yang berilmu.

Sesungguhnya Allah hanya akan meminta orang-orang yang adil saja untuk memberikan kesaksian. Di antara dalil yang juga menunjukkan hal ini adalah hadits yang masyhur, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Ilmu ini akan dibawa oleh para ulama yang adil dari tiap-tiap generasi. Mereka akan memberantas penyimpangan/perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (yang melampaui batas), menolak kebohongan pelaku kebathilan (para pendusta), dan takwil orang-orang bodoh.” [2]

[2]. Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan secara khusus tentang diangkatnya derajat orang yang berilmu dan beriman. Allah Ta’ala berfirman.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: ‘Berilah kelapangan dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Mujaadilah : 11] [3]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Qur-an beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya.” [4]

Di zaman dahulu ada seseorang yang lehernya cacat, dan ia selalu menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Kemudian ibunya berkata kepadanya, “Hendaklah engkau menuntut ilmu, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu.” Sejak itulah, orang itu belajar ilmu syar’i hingga ia menjadi orang alim, sehingga ia diangkat menjadi Qadhi (Hakim) di Makkah selama 20 (dua puluh) tahun. Apabila ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, maka gemetarlah tubuhnya hingga ia berdiri. [5]

Orang yang berilmu dan mengamalkannya, maka kedudukannya akan diangkat oleh Allah di dunia dan akan dinaikkan derajatnya di akhirat.

Imam Sufyan bin ‘Uyainah (wafat th. 198 H) rahimahullaah mengatakan, “Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para Nabi dan ulama.” [6]

Allah pun telah berfirman tentang Nabi Yusuf ‘alaihis salaam:

“…Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki, dan diatas setiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui.” [Yusuf: 76]

Disebutkan bahwa tafsir ayat di atas adalah bahwasanya Kami (Allah) mengangkat derajat siapa saja yang Kami kehendaki dengan sebab ilmu. Sebagaimana Kami telah mengangkat derajat Yusuf ‘alaihis salaam di atas saudara-saudaranya dengan sebab ilmunya.

Lihatlah apa yang diperoleh oleh Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam berupa pengetahuan (ilmu) terhadap Al-Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dengannyalah Allah Ta’ala mengangkatnya kepada-Nya, mengutamakannya serta memuliakannya. Demikian juga apa yang diperoleh pemimpin anak Adam (yaitu Nabi Muhammad) shallallaahu ‘alaihi wa sallam berupa ilmu yang Allah sebutkan sebagai suatu nikmat dan karunia.

Allah Ta’ala berfirman:

“… Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar.” [An-Nisaa’: 113] [7]

[3]. Orang Yang Berilmu Adalah Orang-Orang Yang Takut Kepada Allah

Allah mengabarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah Ta’ala, bahkan Allah mengkhususkan mereka di antara manusia dengan rasa takut tersebut. Allah berfirman:

“… Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama.” [Faathir: 28]

Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai suatu kebodohan.” [8]

Imam Ahmad rahimahullaah berkata, “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah.” [9] Apabila seseorang bertambah ilmunya, maka akan bertambah rasa takut-nya kepada Allah.

[4]. Ilmu Adalah Nikmat Yang Paling Agung
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan beberapa nikmat dan karunia-Nya atas Rasul-Nya (Nabi Muhammad) shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan menjadikan nikmat yang paling agung adalah diberikannya Al-Kitab dan Al-Hikmah, dan Allah mengajarkan beliau apa yang belum diketahuinya.
Allah berfirman:

“… Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar.” [An-Nisaa’: 113] [10]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab (Al-Qur-an) dan yang sepertinya (As-Sunnah) bersamanya…” [11]

[5]. Faham Dalam Masalah Agama Termasuk Tanda-Tanda Kebaikan

Dalam ash-Shahiihain dari hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan (wafat th. 78 H) radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” [12]

Ini menunjukkan bahwa orang yang tidak diberikan pemahaman dalam agamanya tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah, sebagaimana orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia menjadikannya faham dalam masalah agama. Dan barangsiapa yang diberikan pemahaman dalam agama, maka Allah telah menghendaki kebaikan untuknya. Dengan demikian, yang dimaksud dengan pemahaman (fiqh) adalah ilmu yang mengharuskan adanya amal. [13]

Imam an-Nawawi (wafat th. 676 H) rahimahullaah mengatakan, “Di dalam hadits ini terdapat keutamaan ilmu, mendalami agama, dan dorongan kepadanya. Sebabnya adalah karena ilmu akan menuntunnya kepada ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.” [14]

[6]. Orang Yang Berilmu Dikecualikan Dari Laknat Allah

Imam at-Tirmidzi (wafat th. 249 H) rahimahullaah meriwayatkan dari Abu Hurairah (wafat th. 57 H) radhi-yallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.’” [15]

[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]

___________
Foote Notes
[1]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 21).
[2]. Hasan lighairihi: Diriwayatkan oleh al-‘Uqaily dalam adh-Dhu’afaa-ul Kabir (I/26), Ibnu Abi Hatim dalam al-Jarh wat Ta’dil (II/17) dan lainnya, dari Ibrahim bin ‘Abdurrahman al-‘Adzry secara mursal. Untuk lebih jelas tentang takhrij hadits ini dapat dilihat dalam Irsyaadul Fuhuul fii Tashhiih Hadiitsil ‘Udul (hal. 11-35) karya Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied al-Hilali.
[3]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 26).
[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 817).
[5]. Dinukil dari al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 220-221).
[6]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 223).
[7]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 238-239), dengan ringkas.
[8]. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Kabir (no. 8927) dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam al-Jaami’ (II/812, no. 1514).
[9]. Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 52).
[10]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 30).
[11]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/131), Abu Dawud (no. 4604), Ibnu Hibban (no. 12) dan lainnya, dari Miqdam bin Ma’di Kariba radhiyallaahu ‘anhu.
[12]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/306, II/234, IV/92, 95, 96), al-Bukhari (no. 71, 3116, 7312), dan Muslim (no. 1037), dari Shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu ‘anhuma.
[13]. Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 49).
[14]. Syarah Shahiih Muslim lil Imam an-Nawawi (VII/128).
[15]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2322), Ibnu Majah (no. 4112), dan Ibnu ‘Abdil Barr (I/135, no. 135), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih at-Targhib wat Tarhiib (no. 74). Lafazh ini milik at-Tirmidzi.

Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/2311/slash/0

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Oleleh Bebeh

Maret 18, 2009 at 6:55 am (Kenangan Manis)

Ketawa, senyum dan nyengir mungkin! Kalu aku mengenang masa masa di Smea muhammadiyah wonosari dulu. Bukannya narsis lho, aku dulu memang tergolong siswa yang kalem dan ga neko neko, bahkan dengan temen temenku yang perempuan aja, aku belum berani godain :D . Namun jangan tanya dengan Yusniar amin nugroho cs yang terkenal biang rese di sekolahan dulu. Setiap hari ada ada saja tingkah mereka yang bikin heboh, yang jujur aja kadang menggelikan dan kadang suka nyebelin. Aku selalu teringat si Inug yang kalu masuk sekolah bukunya selalu dikantongin di saku belakang,  dan mungkin karena keseringan dilipet, kelamaan bukunya tersebut  sampai seperti dompet :mrgreen: , terus Si Mujianto yang hobinya nggodain temen temen cewek, Bambang Tri yang hobby ” ngeplak” jidat temennya yang tertidur di kelas, dan kang supri yang suka asyik nulis nama pacarnya di buku pelajaran.

Namun yang paling lucu, ada geng cewek yang terdiri dari susiati, sukenti, suismini dan partinah yang sebetulnya mereka adalah siswi yang kalem kalem, namun karena badan mereka gemuk gemuk (maaf ya kalian tak omongin di sini, jangan marah ) dan punya hobby cekikak cekikik diantara mereka, akhirnya sering di jadikan bahan ledekan  oleh Inug cs.Mereka ini dijuluki geng oleleh bebeh. Masih teringat di benak saya ketika geng tersebut masuk kelas, pasti langsung disambut ledekan bang Inug  cs, dan langsung bisa ditebak deh pasti akan terjadi pertengkaran yang lucu dan heboh, he he. Namun begitu kita tak pernah berantem sungguhan, yaaach hanya sebatas banyol- banyolan saja.

Emmmm, kira kira kapan ya kita reunian temen temen?

Permalink 4 Komentar

SMEA MUH. wonosari sekarang

Maret 18, 2009 at 4:28 am (Kampusku Sekarang)

SMK Muhammadiyah di tahun 1995 saat aku tinggalkan dulu masih bernama SMEA Muhammadiyah Wonosari. Dulu bangunan fisiknya belum semegah sekarang ini.Bangunan utama depan sebagai kantor kepala sekolah dan guru juga kantor administrasi ditambah dua belas kelas yang fasilitasnya sangat  sederhana. Tak jarang waktu itu, ketika hujan deras turun ruangan kelas berubah menjadi genangan air. Namun  begitu Smea Muhammadiyah wonosari termasuk sekolah favorit, terbukti selama saya menjadi siswa di sekolah tercinta ini, Smea muh. sering menolak calon murid yang membludak. Dan satu hal yang selalu membuat bangga hati ini adalah, semangat belajar para murid yang sangat tinggi. Terbukti banyak siswa yang berhasil lulus kursus kursus dasar akuntansi sampai tingkat terampil, walaupun jujur kita akui fasilitas penunjang waktu itu masih sangat minim.

Ketika lebaran tahun 2004 yang lalu, saat aku dan keluarga pulang kampung, kusempatkan untuk menengok mantan sekolahku yang tercinta ini. Aku sungguh kaget,  Smea muh. yang sekarang bernama SMK Muh. Wonosari ini, sungguh “manglingi” sangat berbeda dengan 13 tahun yang lalu. Dulu bangunan utama yang sangat sederhana itu, berubah menjadi gedung berlantai 2 yang begitu kokoh dan indah seperti layaknya sebuah gedung universitas. Dan aku yakin kwalitas pendidikan di sekolahan tersebut makin bagus. Terlepas dari semua itu, aku sungguh bangga menjadi alumni Smea Muh dan mengucapkan trimakasih sekali kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah dengan sabar mengajar kami kami. Dan aku bangga teman temanku sudah banyak yang sukses, seperti contoh: Supriyadi yang kini menjadi seorang Guru, Inug yang jadi Kopassus, Zainudin yang jadi mubaligh, Heru Haryanto yang jadi pegawai Imigrasi, Yusuf yang punya Bengkel di Wonosari dll. Akhirnya kepada adik adiku yang masih belajar di SMK muh. Wonosari, rajin rajinlah belajar, karena hidup semakin kompetitif, ketrampilan sangat di butuhkan. Jangan puas menjadi baik tapi jadilah yang terbaik.

Jakarta, 18 Maret 2009

Sutarto ak1’95

Permalink 24 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.